Thursday, 14 November 2019

Penabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas Ditetapkan Tersangka

Rabu, 13 November 2019 — 19:45 WIB
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar. (firda)

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar. (firda)

JAKARTA – Sebuah mobil jenis Toyota Camry menabrak tiga pengendara skuter listrik GrabWheel di ruas jalan depan Pintu 1 Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Akibat kecelakaan tersebut, dua pengendara skuter, yakni Wisnu dan Ammar, meninggal dunia.

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menjelaskan, kecelakaan itu terjadi pada pukul 03.45 WIB dini hari. Diduga, pengendara mobil yang berinisial DH kehilangan konsentrasi.

DH yang berupaya menyalip kendaraan minibus di depannya dengan kecepatan 40-50 km/jam, akhirnya menabrak ketiga pengendara skuter tersebut.

“Saat dia (DH) mau menyalip kendaraan minibus yang ada di depannya di jalan pintu 1 Senayan, pada saat mau menyalip ke arah jalur sebelah kiri ternyata akhirnya menabrak tiga pengedara dari sekuter,” ujar Fahri Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya hingga kini masih mendalami penyebab DH kehilangan konsentrasi hingga terjadi kecelakaan. Pasalnya, kecepatan laju kendaraan DH terbilang tinggi.

“Karena ini juga ada pengaruh masalah kecepatan juga, pada saat dia menyalip, kecepatannya 40-50 km/jam di jalan yang sepi kayak begitu jam 03.45, tentunya ini sangat membahayakan,” terang Fahri.

Diduga, hilangnya konsetrasi DH dikarenakan tengah dalam pengaruh minuman alkohol. Hal ini terlihat dari hasil pemeriksaan alat tiup yang digunakan untuk mengetahui kadar alkohol dalam tubuh seseorang.

“Kalau dari hasil pemeriksaan urine, tidak dinyatakan positif narkoba. Tapi kalau dari hasil pemeriksaan alat tiupnya untuk mengetahui alkohol, memang dia meminum alkohol, dipengaruhi alkhohol. Setelah dari suatu tempat, dia minum alkhohol, terjadi laka lantas,” jelasnya.

Kini, polisi pun mengamankan dan menetapkan DH sebagai tersangka atas insiden kecelakaan yang menyebabkan dua pengendara skuter tewas dan satu lainnya luka-luka.

“Iya sudah dilakukan pemeriksaan, ditetapkan sebagai tersangka. Nanti kita jerat dengan Pasal 310 junto Pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Fahri. (firda/ys)