Tuesday, 12 November 2019

Kurangi Defisit Dagang, Jokowi Ajak Tingkatkan Ekspor dan Kembangkan Wisata

Senin, 11 November 2019 — 23:13 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. (ist)

Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. (ist)

JAKARTA  – Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya untuk fokus mengurangi defisit perdagangan melalui peningkatan ekspor dan mengembangkan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.

“Penguatan neraca perdagangan dengan cara mengurangi sebanyak mungkin angka defisit, dan memperbesar surplus yang ditempuh melalui peningkatan ekspor dan mengembangkan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa,” kata Jokowi.

Itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas soal langkah-langkah penguatan neraca perdagangan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Sebab itu, Jokowi mengingatkan jajarannya untuk konsentrasi pada langkah terobosan yang dapat mengurangi tingkat impor bahan bakar minyak yang selama ini diketahui menjadi penyumbang defisit terbesar.

“Oleh sebab itu, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan “lifting”  (pengangkatan) produksi minyak di dalam negeri juga harus terus kita tingkatkan. Termasuk di dalamnya adalah pengolahan energi baru terbarukan seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30 lalu B100 hingga dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM,” terang kepala negara.

Presiden melanjutkan, investasi yang berkaitan dengan sektor substitusi barang-barang impor juga harus dibuka lebar sehingga komoditas pengganti barang-barang yang selama ini didatangkan dari luar negeri dapat diproduksi di Tanah Air.

“Saya mengingatkan akan optimalisasi program peningkatan penggunaan produksi dalam negeri dengan memastikan bahwa proyek-proyek pemerintah memaksimalkan penggunaan barang dan atau jasa yang telah memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sesuai dengan yang telah ditentukan, ” tandasnya.

Terkait  peningkatan ekspor, Jokowi meminta jajarannya untuk fokus pada penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara-negara lain. Perjanjian perdagangan tersebut utamanya dilakukan dengan negara-negara potensial yang dapat menjadi tujuan ekspor Indonesia di masa mendatang.

Presiden juga menekankan upaya promosi besar-besaran baik promosi terhadap produk-produk ekspor Indonesia maupun promosi terhadap sektor wisata dan investasi Indonesia.

Ia menggarisbawahi agar upaya promosi atau pameran yang dilakukan dapat dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari sehingga dapat membangun sebuah citra yang baik bagi Indonesia dan mendatangkan manfaat nyata. (johara/win)