Thursday, 12 December 2019

Ahmad Sotar, Kepala PPKD Jaktim

Sotar Harahap Ajak Patungan Bayar Premi Jaminan Kesehatan

Senin, 9 September 2019 — 8:15 WIB
Ahmad Sotar Harahap, Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur

Ahmad Sotar Harahap, Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur

BERIKAN yang terbaik kepada para peserta pelatihan yang ada di tempat kerja, itulah yang saat ini terus disampaikan kepada jajarannya. Pasalnya, selain mentrasnformasi ilmu dan keterampilan yang bisa bermanfaat dikemudian hari, pria ini mengajak rekan kerjanya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Inilah yang dilakukan Ahmad Sotar Harahap, Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Aksi yang diberikan semata-mata hanya ingin memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para peserta pelatihan, yang saat ini menjadi andalan pemprov DKI dalam mengurangi pengangguran.

“Karena selama mereka menjadi peserta pelatihan, seluruhnya adalah tanggung jawab kami. Dan inilah yang bisa kami berikan untuk melindungi mereka yang tengah menggali ilmu sebagai bekal untuk mencari kerja,” katanya,  Minggu (8/9).

Perlindungan yang diberikan itu, kata Sotar, adalah dengan membayarkan premi bulanan perlindungan tenaga kerja milik 279 peserta pelatihan. Hal itu dilakukan, agar anak-anak yang baru lulus sekolah itu bisa belajar dengan nyaman. “Ini bentuk kepedulian kami, mulai dari kepala seksi, hingga jajaran yang ada. Jadi kita semua patungan untuk melindungi anak-anak ini,” ujarnya.

Patungan itu, kata Sotar, dilakukan sejak pertengahan tahun 2019 kemarin. Dimana ia bersama para kepala seksi patungan untuk membayarkan premi para peserta. “Nilainya memang tak besar, satu orang itu hanya membayar Rp18 ribu, makanya kita patungan saja. Biar semua pelatihan terasa nyaman dan kami juga tenang saat mereka ada disini,” ungkapnya.

HATI NURANI
Langkah yang diambilnya, dinilai Sotar, karena pelatihan yang selama ini dijalankan para peserta memerlukan perlindungan diri. Dimana pelatihan las, otomotif, bubut, hingga pelatihan lain, memiliki resiko yang cukup besar. “Jangan sampai saat mereka tengah mendapat pelatihan, malah terkena musibah, makanya ini antisipasi awal dalam menjaga mereka,” tuturnya.

Sotar menambahkan, pembayaran itu dilakukan selama dua bulan semenjak peserta menjalani pelatihan. Namun, di dalam PPKD Jaktim sendiri ada tiga angkatan yang silih berganti selama setahun.

“Saya hanya berfikir kemanusiaan, ini hanya gerakan hati nurani kami semua yang ada di PPKD Jakarta Timur,” ungkapnya.

Dengan upaya tersebut, Sotar menyebut diharapkan apa yang diberikan selama ini bisa bermanfaat. Anak-anak yang mendapatkan keterampilan bisa nyaman, dan begitu lulus mereka bisa bekerja untuk mempraktekkan ilmu yang mereka dapat. “Karena ini upaya pemprov DKI untuk mengurangi angka pengangguran, kami pun harus mendukung secara penuh,” pungkasnya. (ifand/ruh)