Jumat, 7 Februari 2014 14:25:50 WIB

Film Sepatu Dahlan, Kisah Masa Kecil Menteri BUMN

dahlan1

JAKARTA (Pos Kota) -  Sutradara Benni Setiawan mengangkat kisah masa kecil  Menteri BUMN Dahlan Iskan, ke dalam film berjudul Sepatu Dahlan. Syuting sudah dilakukan di kampung halaman Dahlan  di Dusun Blodro, Mojorayung, Wungu, Madiun, Jawa Timur. Dan akan segera diputar di seluruh bioskop di Indonesia.

Dahlan mengaku tak mencampuri sedikit pun pembuatan film itu, baik dari cerita maupun latar belakangnya. “Saya serahkan semua kepada penulis skenario dan sutradara. Karena ini urusan seni yang tidak boleh diintervensi,” katanya.

Film yang dibintangi oleh  Donny Damara dan Kinaryosih ini, berkisah tentang Dahlan iskan kecil yang ingin sekali memiliki sepatu dan sepeda untuk sekolah. Keinginannya inilah yang membawa Dahlan ke dalam petualangan hidup yang penuh warna.

Dahlan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya bersekolah di perguruan tinggi dan adiknya, Zain, masih sekolah di SR. Ayah Dahlan bekerja serabutan, sedangkan Ibunya pembuat batik.

Dahlan  lulus Sekolah Rakyat dengan nilai pas-pasan. Cita-cita melanjutkan sekolah ke SMP Magetan pun pupus. Ayahnya mensekolahkan Dahlan ke MTs Takeran.

Suatu hari, sepulang sekolah Dahlan mendapati ibunya sakit dan muntah darah, sehingga harus dirawat  di rumah sakit di Madiun. Dahlan dan  Zain tinggal di rumah berdua saja.  Karena kelaparan Dahlan mencoba mencuri makanan. Saat melewati ladang tebu, dia melihat sebatang tebu yang tergeletak. Muncul niat nakal  dalam benaknya. Tapi dia teringat pesan ayahnya, yaitu “Pencuri besar berawal dari pencuri kecil..” Dahlan mengurungkan niatnya, dan kembali mencapkan batang
tebu tersebut. Malangnya  seorang penjaga ladang tebu justru malah menuduhnya mencuri. Setelah menjelaskan panjang lebar, barulah sang penjaga percaya. Penjaga ladang malah memberikan batang tebu itu pada Dahlan.

Sejak kelas II, Dahlan mulai aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah. Bahlan Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli MTs Takeran. Dan  dapat kesempatan mengikuti perlombaan bola voli ditingkat Kabupaten Magetan. Saat itulah keinginannya memiliki sepatu makin menggebu-gebu. Tim voli pimpinan Dahlan berhasil masuk final melawan  SMP terkuat saat itu, yakni SMP Magetan, yang dimenangkan tim voli Dahlan.

Hidup Dahlan yang penuh keterbatasan tidak membuatnya jatuh dan terpuruk, justru menjadi sebuah penyemangat hidup
untuk lebih baik dan dapat membanggakan keluarganya.

“Harapan saya, film ini  bisa menginspirasi anak-anak seluruh Indonesia,” harapnya.

(anggara/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.