Senin, 14 Mei 2012 17:27:03 WIB

Perjanjian Linggarjati Difilmkan

perjanjian-linggarjati

JAKARTA (Pos Kota) – Sukses memproduksi film religi Bait Surau, produser dan sutradara Kuswara Sastra Permana berniat memproduksi film sejarah Perjanjian Linggarjati.

Selain  Perjanjian Linggarjati menjadi bagian penting dalam kemerdekaan Indonesia, juga peristiwa tersebut terjadi di Kuningan, Jawa Barat.

Kuswara Sastra Permana, penggagas film sejarah Perjanjian Linggarjati. (Anggara)

“Kecintaan saya pada Kuningan, yang membuat saya ingin menggarap film ini sebaik mungkin  sebagai kado untuk kampong halaman,” kata Kuswara saat ditemui di acara silaturahmi Rukun Wargi Kuningan (RWK) se-Jabodetabek di bilangan Cawang,  Jakarta Timur, kemarin.

Selain nilai sejarah, film yang dibumbui adegan action tersebut juga mengangkat romansa para pahlawan bangsa.

“Misalnya romansa cinta Soekarno dengan istrinya, begitu pun Bung Hatta dan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam perjanjian tersebut,” jelasnya.

Kuswara akan mengutamakan artis-artis berdarah Kuningan untuk terlibat dalam filmnya itu. “Karena banyak sekali artis yang berasal dari Kuningan, Seperti Maudy Koesnaedi,” ujarnya.

Maudy Koesnaedy, artis asal Kuningan, Jawa Barat

Namun, untuk menghindari misscasting, Kuswara akan melakukan audisi ketat. Terutama untuk pemeran Soekarno dan Bung Hatta.

Pihaknya juga melakukan riset secara detail tentang Perjanjiang Linggarjati agar tak melenceng dari sejarah aslinya.

“Memproduksi film sejarah itu sama dengan film religi. Harus hati-hati. Jika sedikit saja salah dalam menafsirkan ayat di film religi, maka fatal akibatnya. Begitu pun dengan film sejarah, salah dalam riset bisa kacau,” paparnya. “Riset inilah yang membutuhkan waktu lama. Setelah riset selesai, baru kita cari pemain dan langsung produksi,” tambahnya.

Untuk  riset pun membutuhkan banyak biaya. “Kalau untuk biaya produksinya saja, saya sudah siapkan Rp2 miliar. Itu uang pribadi, bukan dana dari Pemkab,” jelas Kuswara. (Anggara/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.